0

RAHASIA DIBALIK TEMPE

Siapa yang tak kenal dengan makanan yang sudah akrab dan menjadi primadona sebagian orang. Tidak hanya sebagai lauk, sebagai cemilan pun sangat digemari. Makanan berbahan dasar kedelai ini pun tanpa disadari membawa banyak manfaat. Kedelai sendiri dipercaya dapat menurunkan hiperlipoproteinemia dan atherosclerosis dan memperbaiki kesehatan jantung. Selain itu kedelai juga berperan sebagai antioksidan yang potensial. Efek antioksidan ini merupakan hasil dari efek sinergis tocopherol atau vitamin E pada kedelai dengan asam amino yang dibebaskan selama fermentasi oleh Rhizopus oligosporus yang mengakibatkan timbulnya aktivitas lipase sehingga kadar asam lemak bebas pada tempe lebih tinggi dibanding kedelai

Salah satu produk dari kedelai yang menjadi primadona adalah tempe. Tempe mempunyai komposisi gizi yang jauh lebih baik dibanding kedelai. Kandungan lemak tempe jauh di bawah kandungan lemak hewani dengan kadar protein yang hampir sama dengan tempe. Asam lemak yang dominan adalah linoleic acid, oleic acid, linolenic acid dan palmitic acid. Semuanya tergolong asam lemak tidak jenuh rantai panjang, sekitar 80% dari total asam lemak. Asam lemak yang dominan tersebut tergolong esensial yaitu tidak dapat disintesa di dalam tubuh sehingga harus diperoleh dari konsumsi makanan.

Linoleic acid bersifat meningkatkan K-HDL dan menurunkan K-LDL. Oleic acid tergolong lemak bebas cis yang bermanfaat bagi tubuh yang jika dikonsumsi sebagai pengganti lemak jenuh (SAFA) akan menurunkan kolesterol darah. Oleic acid juga dapat meningkatkan Kholesterol (K)–HDL yang merupakan lemak baik yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, sehingga oleic acid sering diklaim untuk mencegah penyakit jantung. Linolenic acid lebih efektif menurunkan trigliserida darah dibanding asam linoleic. Namun harus lebih hati-hati dalam mengonsumsi karena jika dikonsumsi terlalu tinggi pada individu yang kadar K-LDL awalnya tinggi justru akan semakin meningkatkan kadar K-LDL awal serta menurunkan kadar K-HDL. Selama ini sumber linolenic acid yang popular adalah minyak ikan.

Peran lain dari linoleic dan linolenic acid yaitu untuk kekuatan membran sel dan mencegah kerusakan jaringan kulit, membantu transport dan metabolism kolesterol sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol darah, mengatur produksi enzim yang dibutuhkan untuk sintesa asam lemak non esensial dalam hati, meningkatkan imunitas dan mencegah kerentanan terhadap infeksi, merupakan precursor komponen aktif prostaglandin yang dibutuhkan dalam semua jaringan tubuh dan aktivitasnya mempengaruhi tekanan darah, pembekuan darah dan fungsi jantung. Linoleic acid dan linolenic acid tidak hanya dibutuhkan untuk semua membran sel tetapi juga mengalami elongasi dan desaturasi menjadi rantai yang lebih panjang dan merupakan precursor komponen eicosanoid yang menyerupai hormon, prostaglandin dan leukotrienes. Linoleic acid akan dikonversi menjadi arachidonic acid sementara linolenic akan dikonversi menjadi eicosapentaenoic acid (EPA) dan decosahexaenoic acid (DHA). EPA dan DHA dapat mencegah timbulnya platelet darah. Platelet darah dalam jumlah besar akan mengganggu aliran darah yang merupakan faktor utama penyebab serangan jantung dan stroke. EPA dan DHA juga dapat memperbaiki trigliserida darah pada individu dengan hipertrigliserida. Namun konsumsi tinggi linoleic acid dapat menurunkan absorbs linolenic acid karena adanya kompetisi untuk enzim disetiap jalur metabolisme, sehingga konsumsi tinggi linoleic acid akan menghambat konversi linolenic acid menjadi rantai yang lebih panjang (EPA dan DHA). Oleh karena itu perlu keseimbangan karena keduanya penting bagi membran sel.

Kadar lemak pada kedelai rebus dan tempe sebenarnya relatif tidak terlalu berbeda, namun saat proses fermentasi terbentuk enzim lipase pada tempe yang menghidrolisis sebagian lemak kedelai dan meningkatkan asam lemak bebas. Peningkatan asam lemak bebas dari 0,5 persen saat perebusan kedelai menjadi 21 persen setelah menjadi tempe. Komposisi perubahan asam lemak disebabkan karena keberadaan dan aktivitas ragi dan bakteri serta lamanya fermentasi. Lipase yang dihasilkan saat fermentasi akan menghidrolisis lemak pada waktu fermentasi berlangsung, Pelepasan asam lemak akan digunakan sebagai sumber karbon bagi R.oligosporus untuk asimilasi.

Minyak yang berasal dari tempe mempunyai daya tahan yang kuat terhadap peroksida lemak saat penyimpanan dalam suhu kamar, bahkan tidak berubah kadarnya ketika disimpan sekitar dua tahun, hal ini berbeda dengan minyak dari kedelai yang cenderung rentan terhadap peroksida saat penyimpanan.

Secara organoleptik, tempe yang nikmat adalah setelah mengalami fermentasi sekitar 30 jam, karena rasa netral dan bau yang tidak menyengat, selain itu juga kandungan gizi termasuk asam lemak berada pada kondisi maksimal. Tempe yang digoreng akan mengalami penurunan asam lemak bebas seperti oleic acid, linoleic acid dan linolenic acid, namun justru meningkatkan caprilic acid, capric acid, lauric acid dan myristic acid yang manfaat kesehatannya tidak sebesar asam lemak yang mengalami penurunan. Saat penggorengan juga terjadi penambahan persentase gliserida pada tempe karena adanya absorbsi lemak dari minyak goreng,

.

 

Iklan
0

NANOPARTIKEL PERAK SEBAGAI ANTIMIKROBA

Koloid perak memiliki sifat antimikroba. Kemampuan antimikroba perak dapat membunuh semua mikroorganisme patogenik, dan belum dilaporkan adanya mikroba yang resisten terhadap perak. Semakin kecil ukuran partikel semakin besar efek antimikroba. Penambahan natrium sitrat dengan konsentrasi yang semakin besar menyebabkan ukuran nanopartikel perak yang terbentuk semakin kecil. Namun, ukuran partikel yang semakin kecil belum tentu juga memiliki stabilitas yang baik. Hal tersebut dikarenakan suatu nanopartikel memiliki kecenderungan untuk beraglomerasi. Nanopartikel perak digunakan sebagai antibakteri dan antifungi. Nanopartikel ini mempunyai daya toksik yang tinggi terhadap berbagai mikroorganisme, termasuk diantaranya terhadap 16 jenis bakteri.

Perkembangan nanopartikel saat ini mengarah pada pengembangan nanokomposit. Salah satu diantaranya adalah polimer nanokomposit. Polimer nanokomposit dibuat dengan menggabungkan material polimer dengan nanopartikel. Selulosa bakteri (bacterial cellulose) adalah polimer alam yang dihasilkan dari proses fermentasi bakteri Acetobacter xylinum (A. xylinum). Selulosa hasil aktivitas bakteri ini memiliki sifat-sifat fisik yang berbeda dengan selulosa tumbuhan seperti ukuran mikrofibril yang lebih halus, kekuatan tarik dan derajat kristalinitas yang lebih besar serta kemurnian dan kapasitas dalam menyerap air yang lebih tinggi. Selulosa bakteri telah dimanfaatkan sebagai membran separasi, bahan pencampur dalam industri kertas, bahan biomedis, farmasi dan kosmetik

Dalam bidang biomedis selulosa bakteri dapat digunakan sebagai pembuluh darah buatan dan penyembuh luka karena mempunyai sifat hidrofilisitas tinggi, non-alergenik dan dapat disterilisasi tanpa mempengaruhi karakteristik material. Selulosa bakteri pada dasarnya tidak memiliki sifat antibakteri, agar selulosa bakteri memiliki sifat antibakteri dapat dikompositkan dengan nanopartikel perak yang memiliki sifat antibakteri. Nanopartikel perak dikompositkan dengan selulosa bakteri dengan cara diimpregnasi ke dalam membran selulosa bakteri menghasilkan membran bionanokomposit selulosa bakteri-Ag. Struktur membran bionanokomposit berupa jalinan serat selulosa yang tidak beraturan dan bertumpuk serta nanopartikel perak yang tersebar pada serat selulosa tersebut. Membran selulosa bakteri yang dihasilkan juga menunjukkan struktur berpori yang tidak merata. Nanopartikel perak banyak terimpregnasi pada serat selulosa yang rapat.

Selain itu nanopartikel perak dapat diaplikasikan sebagai lapisan antibakteri penyebab luka infeksi. Mikroba penyebab infeksi yang paling sering dijumpai adalah Staphylococcus aureus, Eschericia coli dan Bacillus subtilis. Ketiga bakteri tersebut merupakan bakteri penghasil toksin yang berbahaya bagi manusia dan kebal terhadap antibiotik. Pengendalian kehidupan bakteri dalam penyebab infeksi luka dilakukan dengan menambahkan sifat antibakteri nanopartikel perak pada kain pembalut luka. Ketika kain pembalut luka diujikan terhadap bakteri, presentase reduksi bakteri tertinggi terdapat pada kain pembalut luka yang telah direndam dalam koloid nanopartikel perak selama 36 jam. Presentase reduksi bakteri Eschericia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus dalam durasi perendaman 36 jam secara berturut-turut mencapai 100, 100 dan 99,33%. Pada perendaman 36 jam persebaran nanopartikel perak diduga lebih merata dan lebih kuat menempel pada serat kain.

Nanopartikel perak yang terdapat dalam kain pembalut luka akan bereaksi dengan cairan luka dimana terdapat bakteri penyebab infeksi. Mekanisme antibakteri dari nanopartikel perak diawali dengan nanopartikel perak melepaskan ion Ag+ dan selanjutnya terjadi interaksi antara ion perak Ag+ dengan gugus tiol (-SH) pada protein permukaan. Ion perak akan menggantikan kation hidrogen (H+) dari gugus tiol sulfidril menghasilkan gugus S-Ag yang lebih stabil pada permukaan sel bakteri. Hal ini dapat menonaktifkan enzim dan menurunkan permeabilitas membran. Selanjutnya, ion perak akan memasuki sel dan mengubah struktur DNA dan RNA bakteri sehingga menghambat replikasi bakteri. Replikasi bakteri yang terhambat akan menyebabkan kematian sel yang dapat menekan pertumbuhan bakteri sehingga penyembuhan luka akan semakin cepat.

 

Sumber :

Ariyanta HA, Wahyuni S, Priatmoko S. 2014. Preparasi nanopartikel perak dengan metode reduksi dan aplikasinya sebagai antibakteri penyebab infeksi. J. Chem Sci. 3 (1): 1-6.

Cahyaningsih D, Dahliaty A, Linggawati A. 2015. Sintesis dan karakterisasi membran bionanokomposit selulosa bakteri-ag sebagai membran antibakteri. JOM FMIPA. 2 (1): 222-231.

0

AKAD NIKAH

Akad Nikah merupakan perjanjian yang sangat kuat yang mampu menggetarkan ars-Nya. Perjanjian akad nikah ini sederajat dengan perjanjian Allah yang tidak hanya disaksikan oleh manusia namun disaksikan langsung oleh Allah dan malaikat. Implementasi dari perjanjian yang kuat ini adalah merubah yang tadinya bukan muhrim menjadi muhrim, yang tadinya interaksi yang menimbulkan dosa menjadi ladang pahala. Setelah menikah semua interaksi bernilai ibadah dan dakwah. Untuk membangun keluarga yang baik perlu saling mengetahui kewajiban masing-masing. Rumus mudahnya 3+3+3= 9. Tiga pertama menunjukkan kewajiban suami. Tiga kedua menunjukkan kewajiban istri dan tiga yang terakhir menunjukkan kewajiban bersama.

  • Kewajiban Suami
  1. Menjaga diri dan keluarga dari api neraka

Kalau menjaga diri saja belum bisa bagaimana mau menjaga keluarga?

Suami yang baik tidurnya paling akhir dan bangun paling awal. Tidur paling akhir memastikan seluruh anggota keluarga telah sholat isya, memastikan keluarganya aman barulah ia tidur. Bangun paling awal membangunkan semua anggota keluarga untuk sholat malam dan memastikan semua keluarganya sholat shubuh. Minimal menjaga waktu sholat keluarganya sebagai bentuk perlindungannya terhadap api neraka. Kalau menjaga sholat lima waktu untuk dirinya sendiri saja belum mampu, bagaimana mau menjaga waktu sholat keluarga?

  1. Mencari dan memberi nafkah yang halal

Kewajibannya memberi nafkah halal kepada keluarganya memberi semangat kepadanya untuk memiliki etos kerja yang tinggi. Ia sadar betul bekerja merupakan salah satu bentuk ibadah. Nafkah yang halal akan mengalirkan darah baik untuk keluarganya sehingga anak-anaknya menjadi anak yang berbakti, cerdas, dan berakhlak.

  1. Mentreatmen istri dengan cara yang terbaik

Ia tahu betul istrinya adalah bagian dari tulang rusuknya. Sifat khas tulang rusuk adalah bengkok. Apabila dibiarkan akan semakin bengkok sedangkan apabila di luruskan akan patah tanpa treatmen yang benar. Sehingga untuk meluruskannya salah satu pondasi dari treatmen ini adalah menjadi seseorang yang super sabar. Karena setinggi-tingginya akhlak seorang suami adalah yang paling baik akhlaknya pada sitrinya dan semulia-mulia suami yang paling memuliakan istrinya.

  • Kewajiban Istri
  1. Taat pada Allah sehingga akan taat juga pada suami

Istri sholehah ketika diperintah oleh suaminya selama itu tidak bertentangan dengan aturan Allah maka lakukanlah, meskipun itu bertentangan dengan perasaanya.

Misalnya ketika memasak baru setengah matang lalu suaminya memanggil maka harus memprioritaskan memenuhi panggilan suaminya.

  1. Berupaya menjaga diri dan harta keluarganya

Menjaga diri dengan baik ketika suami tidak dirumah, menjaga harta keluarganya, mengelola management keuangan keluarga dengan baik. Salah satu pesan bunda Aisyah adalah berhati-hatilah memilih suami karena hampir-hampir seperti perbudakan. Kalau suaminya tidak paham agama ia kurang menghargai istrinya sehingga menganggap seorang istri bagaikan budak karena telah dibeli dengan mahar. Ketika keluar rumah harus dengan izin suaminya harus taat pada suaminya hal ini yang sering dimanfaatkan untuk memperbudak istri. Namun istri yang paham agama tahu betul ketika harus keluar rumah maka segera diselesaikan dan secepatnya kembali pulang.

  1. Merespon dengan ikhlas dan respon terbaik terhadap treatmen suami

Ketika suami menasehati maka dengarkanlah dan jangan membantah. Wanita sholehah salah satu cirinya adalah subur, baik subur dalam arti fisik (bisa mempunyai banyak anak) maupun subur maknawiyah yaitu subur ketika ditanami kebaikan, lebih sensitif terhadap kebaikan. Wanita sholehah juga romantis/penyayang. Kalau diberi sesuatu oleh suaminya seberapapun itu ia selalu menerima dengan ridho. maka nabi pernah mengatakan “Wahai suami ketika kamu pulang bawalah sesuatu untuk menyenangkan hati istrimu”.

  • Kewajiban bersama
  1. Membentuk keluarga Samawa (Sakinah Mawaddah Warahmah)

Sakinah adalah ketika melihat kekurangan pasangan, namun mampu menjaga lidah dan tidak mencelanya. Mawaddah adalah ketika kita mengetahui kekurangan pasangan namun mampu memilih menutup sebelah mata atas kekurangan dan membuka mata lainnya untuk fokus pada kelebihannya. Warahmah adalah ketika kita mampu menjadikan kekurangan pasangan kita sebagai ladang amal. Ketika sudah mengetahui kewajiban masing-masing akan terpikir tentang hak masing-masing. Pasangan yang baik tidak menuntut hak, karena hak itu boleh diambil boleh juga dilepaskan.

  1. Membentuk generasi sholeh dan sholehah

Tugas mendidik anak tidak hanya dilimpahkan kepada salah satu pihak tapi dilakukan bersama-sama. Nafkah yang halal dan pendidikan istri untuk mendidik anak adalah hak anak yang harus dipenuhi. Dalam rangka membentuk generasi sholeh dan sholehah seorang anak berhak memiliki ayah yang berilmu yang mampu mendidiknya dan mampu meyediakan nafkah halal untuknyan serta ibu yang berilmu dan berakhlak baik.

  1. Bekerjasama dalam dakwah umat

Semua interaksi suami istri bernilai dakwah dalam membentuk generasi sholeh dan sholehah. Interaksi untuk mendidik anak, mengevaluasi perkembangan anak meliputi sholatnya, baca Al-Qur’annya, hafalannya dll. Sehingga tidak hanya suami dan istri yang menjadi model dakwah namun juga menyiapkan generasi dakwah selanjutnya.

Dari paparan diatas perlu disadari bahwa tidak ada suami/istri super. Semuanya manusia biasa dilengkapi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ketika motivasi menikahnya salah, hanya melihat dari segi fisik maka akibatnya akan mudah jenuh. Sehingga banyak terjadi penyimpangan. Faktanya semakin lama, karir suami akan semakin tinggi sedangkan kondisi fisik istri semakin menurun. Ketika karir suami semakin tinggi maka akan lebih banyak godaan diluar, banyak perempuan lain yang mendambakannya. Suami yang hanya menikah karena fisik akan mudah tergoda dan terjerumus perzinaan. Namun ketika motivasi menikah karena dakwah dan ia paham agama maka ketika mempunyai anak akan meningkatkan rasa syukurnya yang luar biasa kepada Allah telah menganugerahi istri yang subur, yang mampu hamil (suatu hal yang hanya bisa dilakukan perempuan). Rasa terimakasihnya yang luar biasa kepada istrinya. Merasa berhutang budi kepada istrinya yang telah rela hamil, melahirkan generasi penerus dakwahnya. Ketika ada cacat pada istri saat hamil atau melahirkan maka dinilai cacat fisabilillah, cacat karena berperang di jalan Allah.

Suami/istri bukan seseorang yang super yang bisa semua hal secara sempurna. Ketika ada satu hal yang menurutmu buruk maka lihatlah masih banyak kebaikan yang lain. Adalah hakmu jika engkau berharap Khadijahmu menjadi lebih sempurna, asalkan kau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya. Maka jadilah Khadijah untuk bersanding dengan Muhammadmu dan jadilah Muhammad untuk seorang Khadijahmu.

 

 

0

Body Intelligence

Kecerdasan tubuh memadukan psikologi makan dan selera makan, citra tubuh, dan olahraga. Ada 3 komponen kecerdasan tubuh:
1. Makan dengan cerdas: Harus tahu mengapa ingin makan dan hanya menggunakan makanan untuk memenuhi tujuan tertentu. Sebenarnya hanya sebagian kecil dari makan kita yang ditentukan oleh rasa lapar (secara fisik).
2. Memandang tubuh dengan cerdas: membangun citra tubuh yang positif, namun tetap realistis. Change your word. Pilih kata yang baik untuk menggambarkan tubuh kita namun tidak berlebihan.
3. Menggunakan tubuh dengan cerdas: Memasukkan aktivitas fisik/olahraga yang menyenangkan dalam rutinitas sehari-hari. Bila kita tidak nyaman dengan olahraga yang kita lakukan bukan membuat kita sehat dan bugar justru stress.
Orang dengan kecerdasan tubuh tidak berdiet namun mempunyai kesadaran bahwa tidak ada obat ajaib untuk menghilangkan lemak. Mereka mengembangkan kebiasaan dan sikap yang membantu mereka secara nyaman dan permanen mengatur berat badan. Selain itu citra tubuh yang positif juga penting. Jika kita sering menggambarkan berat badan kita dengan kata-kata besar, berat, berisi, berlemak yang menimbulkan kesan negatif.
Kita sering merinding mendengar kata “lemak”. Sebenarnya lemak merupakan jaringan yang mensuplai energi untuk tubuh. Jaringan ini membuat kita tetap hangat di musim dingin. Selain itu kata yang membuat kita kurang nyaman yaitu kelebihan berat badan dan obesitas. Kata tersebut dapat digambarkan dengan skor Body Mass Index (BMI). BMI merupakan perbandingan tinggi badan dengan berat badan. BMI ini digunakan untuk menghitung lemak tubuh. BMI >25: kelebihan berat badan. Sedangkan BMI>30: Obesitas.
Orang dengan BMI yang kurang ideal biasanya akan menjalani diet kronis. Padahal banyak studi menyatakan diet kronis tidak menurunkan berat badan secara permanen. Pendiet kronis tidak mengandalkan isyarat fisik rasa lapar untuk menentukan kapan dan apa yang harus dimakan. Mereka lebih memperhatikan daftar jumlah dan makanan yang diperbolehkan. Konsekuensinya aturan makan terganggu. Selama berdiet berat badan bisa turun tapi ketika diet usai mantan pendiet tidak punya petunjuk internal justru dapat makan tanpa kontrol. Pendiet yang membatasi makanannya dapat mempengaruhi suasana hati tidak baik, cepat marah, sulit berkonsentrasi, bila makan berlebihan penuh perasaan bersalah, susah memaafkan diri sendiri. Contohnya ketika kita sangat ingin makan sesuatu yang termasuk pantangan diet. Suatu saat ketika tidak sedang berdiet seperti ajang balas dendam kita memakan semua makanan yang kita inginkan. Akibatnya timbul perasaan bersalah dan putus asa. Ketika tidak dapat mengontrolnya kita menjadi cepat marah, bahkan efeknya bukan hanya kepada diri sendiri namun dapat membuat orang lain sakit hati.

Sumber : Abramson E. 2005. Body Intelligence.
Oleh : Pristina Tuti Wijayanti.
Editor : Antok Dwi Prasetyo

0

Membentuk Keluarga Islami

Anak-anak tidak hanya boleh dituntut kewajibanya oleh orang tua, namun juga perlu orang tua memberikan hak kepada anak. Tiga hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua yaitu :
1. Anak berhak mendapat Bapak/Ibu yang baik.
Maka memilih pasangan yang baik merupakan salah satu cara untuk memenuhi hak anak kita kelak. Anak kita berhak dilahirkan oleh ibu yang cerdas dan berilmu. Maka menuntut ilmu, belajar dengan sungguh-sungguh juga untuk memenuhi hak anak dan cara kita untuk memantaskan diri menjadi orang tua.
Ketika kita menikah kita tidak hanya memilih pendamping hidup namun juga memilih Bapak/Ibu untuk anak kita serta memilih menantu untuk orang tua kita. Anak dan menantu yang baik akan berbuat baik/berbakti kepada orangtua maka anak-anak yang dilahirkan juga akan berbakti kepadanya.
“Berbuat baiklah kepada orangtua, maka anak-anakmu akan berbakti kepadamu”.
Memilih imam keluarga juga tidak sembarangan karena menjaga anak dan istri akan dipertanggungjawabkan kelak kepada Allah.
“Jangan bermimpi mempunyai anak yang rajin ke masjid, kalau bapaknya saja ke masjid hanya seminggu sekali.”

2. Anak berhak mendapat nama yang baik.
Nama adalah doa. Nama anak kita yang memberikan,kita yang pertama memanggilnya bahkan akan sering memaggilnya. Kalau dalam setiap perkataan kita kepada anak adalah doa, maka memanggilnya juga merupakan doa. Memberikan nama yang baik artinya setiap orang yang memanggilnya telah mendoakanya.

3. Anak berhak mendapat pendidikan agama yang baik.
Anak berusia
0-7 tahun Anak sebagai raja.
Pada usia ini kita boleh memberikan apa saja asal tidak dilarang oleh agama, tidak berlebihan, tidak mengganggu orang lain dan tidak berbahaya. Biarkan anak bereksperimen mencari dan mengasah bakat yang dimiliki.
7-14 Anak sebagai tawanan.
Harus tegas menentukan waktu sholat, sekolah dll. Ketika anak usia 7 tahun harus disiplin diajak sholat. Ketika telah berusia 10 tahun ketika tidak mau sholat harus dipukul (Bukan pukulan marah/emosi tapi karena mengingatkan kewajiban). Selain itu usia 10 tahun kamar anak laki-laki dan perempuan harus dipisah.
>14 tahun Anak sebagai kawan.
Anak sudah diajak diskusi, belajar memecahkan masalah, mencari solusi dll.

Ingat cerita nabi Ibrahim dan nabi Isa
Ketika nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih nabi Isa, nabi Ibrahim berkata “Bagaimana pendapatmu duhai anakku sayang ?”
Tidak serta-merta aku seorang nabi, bapaknya dan ini perintah Allah lalu tanpa diskusi langsung memaksa nabi Isa.
Ketika kita mendidik anak-anak kita dengan masa kecil/masa muda yang islami dan taat kepada Allah. Ketika kiamat kelak matahari hanya sejengkal diatas kepala, anak-anak ini tidak merasakan panas. Istigfar anak-anak sholeh/sholehah ini yang akan mengangkat derajat orang tuanya di surga. Apalagi anak-anak yang hafal Al-Qur’an yang bisa mempersembahkan mahkota dan jubah surgawi yang cahayanya lebih baik dari cahaya matahari yang sampai kerumah.
Karena belajar ilmu biologi,fisika,kimia, psikologi, matematika dll adalah belajar ilmu Allah.
Karena belajar adalah salah satu cara kita memantaskan diri menjadi orang tua.
Karena belajar adalah cara kita untuk memenuhi hak anak.
Maka belajar dengan sungguh-sungguh adalah wujud taat kita kepada Allah dan cara kita membentuk keluarga masa depan yang islami.

0

Sisi Lain dari Sudut Pandang

Masalah dan solusi itu relatif dari sudut pandang mana kita melihatnya.
Contohnya rasa lapar.
Ketika kita lapar kita akan memandang bahwa rasa lapar adalah masalah. Namun tanpa rasa lapar kita tidak akan menemukan kenikmatan dalam makan. Bayangkan kalau kita tidak punya rasa lapar, maka tidak ada alarm yang akan mengingatkan tubuh kita ketika kita kekurangan energi. Bisa jadi kita tiba-tiba pingsan. Dari sudut pandang lain, rasa lapar dapat menjadi jalan terijabahnya doa. Seperti doa ketika puasa (shaum). Dengan demikian rasa lapar bisa juga dipandang sebagai solusi.
Ketika kita punya masalah salah satu yang kita lakukan adalah berdoa untuk mencari solusi.
Ketika berdoa kita harus yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita. Sebagaimana firman Allah dalam surah Gafir(40):60
“Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
Dalam firman Allah tersebut seolah-olah Allah ingin menegaskan “Berdoalah kepada-Ku pasti langsung Aku kabulkan”.
Namun dibalik keyakinan itu harus ada pemantasan dari diri kita.
Misalnya kita adalah sebuah gelas dengan isi maksimal 200ml. Lalu kita berdoa dengan khusyuk dan penuh keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan. Kita berdoa meminta kepada Allah untuk memberi kita air 2 liter.

Ketika kita berdoa Allah akan mengabulkan doa kita. Namun dengan sifat Allah yang Maha Bijaksana (Al-hakim), Allah melihat kapasitas gelas kita yang tidak akan muat apabila diberikan 2 liter air. Maka Allah bersabar (As-shobur) menunggu kita memantaskan diri untuk memperbesar wadah kita. Jadi ketika kita berdoa dan kita menyalahkan Allah, “Kenapa doa saya tidak dikabulkan padahal saya sudah khusyuk berdoa, sudah yakin dengan doa itu, bahkan kita berkata kurang sabar apa saya menanti terkabulnya doa itu ?”
Sebenarnya yang bersabar itu Allah, yang menunggu kita untuk pantas menerima apa yang kita inginkan.
Contoh real nya kita bisa mengibaratkan permintaan air itu dengan gaji.
Misalkan kita setiap bulan mempunyai gaji 2 juta, namun kita merasa kurang dan memohon kepada Allah untuk memberi kita gaji 20 juta perbulan.
Kenapa tidak kunjung terkabulkan ?
Mungkin kapasitas kita untuk menerima gaji sebesar itu belum mampu. Kita justru akan lebih jauh dari Allah. Lebih sibuk, waktu untuk keluarga berkurang, rasa bahagia juga berkurang justru lebih banyak khawatir tidak bisa menjaga gaji sebesar itu.
Selama kita tidak bergerak memantaskan diri maka Allah akan selalu bersabar menunggu kita hingga kita pantas menerima pemberian-Nya sesuai kemauan kita.

0

Anggrek Puspa Pesona Indonesia

Vanda tricolor var. suavis forma Merapi
Anggrek lokal Indonesia yang tumbuh di lereng gunung Merapi.
Lereng gunung ??
Berarti harus punya adaptasi yang bagus terhadap panas dong. Mengingat lereng gunung merapi yang sering dilanda awan panas (pyrroclastic flows) saat terjadi letusan gunung berapi.
Anggrek ini mempunyai bunga yang indah berwarna dasar putih, dengan pola totol-totol berwarna ungu kecokelatan pada sepal dan petalnya dan labellum berwarna ungu bergradasi merah sampai merah muda, serta berbau harum. Memiliki buah dengan biji yang yang jumlahnya jutaan, Bijinya berukuran mikroskopis, tidak mempunyai endosperm sebagai cadangan makanan,
sehingga di alam keberhasilan perkecambahan bijinya sangat rendah karena harus bersimbiosis dengan mikroriza.
Anggrek ini mempunyai range suhu udara yang sangat luas, dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, dan mampu bersifat sangat toleran terhadap suhu tinggi, mampu hidup dengan baik pada kondisi terpapar sinar matahari dan awan panas yang secara fluktuatif sering keluar dari kubah G. Merapi.
Cekaman suhu tinggi pada tanaman akan di respon secara molekuler untuk mengaktivasi Heat Stress Response (HSR) yang
akan memacu gen Heat Shock Protein (HSP) Family
sebagai Chaperones (molekul yang bertugas menjaga
homeostatis dalam sel). Protein HSP70 pada anggrek ini sangat spesifik dan berbeda dengan protein HSP70 organisme lain.
Mengapa spesifik ?
Hal ini mungkin terjadi karena habitat yang berbeda sehingga menghasilkan cekaman stres yang berbeda.
Protein HSP berfungsi sebagai molekul chaperon yang dapat membantu mengatasi kesalahan pelipatan (misfolding) dan agregasi protein sehingga anggrek ini mampu bertahan pada suhu tinggi.
Mungkin HSP pada tanaman anggrek ini kelak dapat digunakan dalam bidang bioteknologi dengan menyisipkan gen ini sehingga dapat menghasilkan tanaman yang tahan terhadap panas, Mengingat suhu bumi yang terus meningkat.
Sumber : Semiarti, Rozikin. 2015. Karakterisasi gen ketahanan terhadap suhu tinggi HSP70 pada anggrek
Vanda tricolor var. suavis forma Merapi